Agak telat sebenarnya kalau mau membahas hari pahlawan
karena memang bukan bulan November. Tapi mengingat Bank Indonesia baru saja
menerbitkan uang baru bergambar pahlawan, saya jadi inign mengupas sedikit soal
kepahlawanan dan kisah-kisah heroik mereka yang legendaris. Saya ingin ikut merayakanya kemunculan uang cetakan baru dengan sebuah tulisan.
Sebuah
tulisan yang saya buat untuk renungan. Dalam hidup ada beberapa
hal yang tidak bisa dicapai tanpa bantuan
orang lain. Ada saja permintaan tolong yang kita mohonkan pada orang dengan kemampuan khusus
yang kita anggap mereka mampu membantu menyelesaikan masalah.
Peran
orang-orang yang membantu kita itu saya samakan dengan peran pahlawan yang
selalu datang menolong di saat kita membutuhkan, terlebih di saat kita dalam
kondisi buruk yang teramat sangat. Uluran tangan pahlawan kita ini sadar atau tidak mampu
mengembalikan senyum di bibir. Meskipun di masa modern nan damai ini pahlawan
sudah tidak identik
dengan orang berseragam khusus, memanggul senjata dan mengalahkan musuh
berbentuk ragawi. Pahlawan yang saya bicarakan lebih banyak membantu kita
mengatasi kesusahan dan beban hidup yang terlampau berat tuk dipikul.
Berikut
di bawah beberapa jenis pahlawan di zaman modern yang sering kita temui dan
sesering itu pula kita lupa jasanya..
Tukang
tambal ban
Tukang
tambal ban via noretz-area.blogspot.com
|
Percaya
atau tidak pahlawan yang satu ini sangat berjasa dikala kita terjerembab dalam
kesialan lalu lintas, ban bocor..Yeah, agan rider pasti pernah mengalami
pengalaman religious yang satu ini. Kesabaran tingkat dewa memang harus
dimiliki terlebih saat harus menuntun motor beberapa kilometer guna bersua
seseorang dengan bak plastik hitam dan kompresor oranye.
Bagaimanapun
juga pahlawan yang satu ini tetap membutuhkan tanda jasa atau reward berupa
lembaran kertas yang sudah dibubuhi tanda tangan Dewan Gubernur Bank Indonesia
beserta jajaranya. Di beberapa kota seseorang harus mengeluarkan “sertifikat
sakti” tersebut dengan gambar Sultan Mahmud Badarudding II.
Setelah
menerima tanda jasa tersebut tersenyumlah lelaki penambal ban tersebut, begitu
juga dengan kita, terutama saat dikejar waktu. Bayangin aja gan, masuk jam 7
pagi, eh ban bocor jam 6.45, mana jarak rumah ke kampus jauh pulak.
Penjual
bensin eceran
Tukang
bensin eceran via www.pikiran-rakyat.com
|
Penjual
bensin ini juga sangat kita butuhkan jika berkendara larut malam di saat SPBU sudah terbujur di
peraduanya atau bahkan di awal pagi saat operator belum menampakan batang
hidungnya. Keberadaan penjual bensin eceran
tentu menyelamatkan harga diri kita. Bayangin gan kita harus nuntun motor di
gelapnnya malam.
Pahlawan
yang satu ini juga sudah barang tentu mengharapkan “kerjasama” kita tuk sekedar
berbagi rejeki dari Yang
Kuasa. Keluarkan sedikitnya Rp 10.000 untuk seliter bensin dan knalpot
agan kembali berasap.
Abang
Mie dok-dok
Mi
dok-dok via siwinonatobeli.blogspot.com
|
Suatu
saat agan ngekos di tempat yang agak terisolir, sedang ngerjain tugas kuliah
hingga larut malam. Gemuruh
perut sudah menjadi keniscayaan yang tidak dapat dikompromi. Saat semua warung
sudah memejam mata, kebingungan mulai muncul, kemanakah langkah akan berlabuh
menuntaskan hasrat lapar.
Abang-abang
mi dok-dok adalah jawaban yang Tuhan berikan kepada ummatnya yang selalu tabah
dalam segala nestapa. Pahlawan yang akan dengan senang hati membakar wajan
legendarisnya sembari mengocok telur dan menuang minyak.
Kawan,
pada kondisi yang demikian masalah perut seolah sudah 50% teratasi saat kita
berucap “bang nasi goreng satu porsi, bungkus, nggak pedes !!”.
Tukang
sampah
Tukang
sampah via bowosoedadi.blogdetik.com
|
Mendengarnya
saja sudah membuat kita terbayang jelas tumpukan kotoran bau tempat lalat
berdugem ajib-ajib. Pasukan kuning nama lainya. Sebuah manifestasi pencitraan
dari grobak kuning yang dengan setia mengekor dibelakangnya.
Pahlawan
masyarakat yang satu ini tentulah sangat berjasa. Bagaimana tidak, saat orang
lain memilih menyingkir atau membanggakan profesi eksklusifnya, pasukan kuning
dengan sabar mengangkut kjokenmodinger
tiap pukul 4 sore. Mereka biasanya mudah ditemukan di kampung-kampung semi
modern.
Pak
Ogah
Pak
Ogah via wartakota.tribunnews.com
|
Sebenarnya
ini istilah slank yang digunakan
untuk menyebut seseorang yang berjasa membantu penyebrangan jalan kita saat
padatnya lalu lintas tak menyisakan asa. Mereka juga yang menghentikan laju
kendaraan lain saat berada di jeda pembatas jalan, tempat agan sekalian mutar
mobil, agan pasti tau lah maksud saya.
Kontrapretasi
yang diharapkan biasanya tak lebih dari 2 koin logam bergambar melati. Sembari tersenyum mereka tak jarang
berujar “makasih pak haji”.
Pak
Ogah banyak ditemui di jalanan kota besar yang ramai, dengan peralatan
tempurnya berupa sekelebat bendera wara oranye atau merah, topi pelindung panas
dan peluit nyaring.
Tukang
sapu jalanan
Tukang
sapu jalanan via www.radar-karawang.com
|
Kebayang
gak gan kalau profesi yang satu ini punah dari muka bumi? Siapa yang kan
membantu kita mempercantik jalanan kota. Memang kebersihan lingkungan juga
merupakan tanggungjawab penggunanya, yaitu kita. Namun tak ayal orang macam
kita ni gan, prosentase “khilaf”nya lebih sering dari pada “taat”nya. Sampah
yang berserakan adalah akibat kealpaan manusia kurang memiliki kearifan
lingkungan.
Bapak-bapak
/ Pemuda ronda
Pak
Ronda via akumassa.org
|
Kumpulan
ini umumnya ditemui di pos ronda sedang membagi kartu remi, menonton TV,
atau ngobrol sembari menuang kopi atau mengepul asap tembakau dari lintingan
kretek.
Merekalah
yang dengan sigap
menangkap maling dan menyerahkan ke polisi,
tentu setelah memukuli, menelanjangi, menyeret, dan kadang membakarnya, mwhehehe..
Asisten
Rumah Tangga
Pembantu
RT varynonk.blogspot.com
|
Biiiiiik,
mintaaaaak susuuuuu…..
Biiiiiiik,
ambiliiiiiin bajuuuuu….
Masak
apa hari ini biiik??...
Jargon-jargon
diatas pastilah familiar bagi agan yang mengandalkan profesi ini sebagai
manager operasional rumah tangga. Mulai dari bangun bangun tidur dikala sang
surya menguap sambil ngucek kotoran mata, hingga mentari kembali ke peraduanya.
Profesi
legendaris yang telah berusia ratusan tahun ini akan sangat kita rindukan
ketika musim liburan hari raya tiba. Sayur asemnya, telur ceploknya, ayam
gorengnya, dan sederet produk dapur yang tak mampu kita membuatnya sesempurnya
beliau. Ya beliau juga butuh mudik buat ketemu handai taulan.. Kegembiraan baru
muncul kala beliau kembali masuk rumah kita.
Penjual
Pulsa
Penjual
pulsa via www.pulsa-matic.net
|
Dikala
kita masih setia dengan bentuk HP jadul yang digunakan pangeran Diponegoro
untuk bernegosiasi dengan pihak kumpeni, tanpa kemampuan terkoneksi ke suatu
perangkat WiFi, pada kondisi ini jumlah pulsa masih menjadi tolok ukur
kelancaran suatu hubungan terutama dengan sang pacar.. Telat balas, ngambek..
Bayangkan
aja agan menerima sms dari pacar tercinta dan tidak bisa membalas karena
keterbatasan pulsa. Akankah hubungan yang ada kandas begitu saja disebabkan
persoalan pulsa, kita simak liputanya..(SIL*T version). Pada saat inilah
penjual pulsa menjadi pahlawan yang menyelamatkan martabat kita di mata
pasangan.. Romantis eh heroik sekali bukan... BUKAAAANNNN..!!!
Warung
Burjo 24 jam (apalagi yang bisa ngutang)
Warung
burjo via lembagapusat-zakat.blogspot.com
|
Bagi
agan mahasiswa, A’a’ burjo adalah sahabat sejati sepanjang masa. Dikala tempat
makan lain tidak berani buka lebih dari jam 10 malam, warung asli Kuningan ini
“kuat melayani” pembeli semalam suntuk tanpa obat kuat, hehe.
Dikala
perut lapar karena tugas dan laporan praktikum harus diselesaikan dengan sistem
SKS, jam makan menjadi tidak teratur. Mahasiswa bisa makan kapan saja mereka
lapar dan tidak harus mengikuti jam “makan masyarakat” yang terkesan
mainstream.
Jika
menurut adat ketimuran, bersantap seyogyanya 3 kali sehari dikala fajar
menyingsing, mentari tepat membakar ubun-ubun kita, dan saat senja menutup mata
mengakhiri hari. Namun ritme yang dilakukan mahasiswa sangat bertentangan
dengan norma tersebut. Mahasiswa tidak jarang merumuskan teori relativitasnya
sendiri untuk perkara perut.
Jika
mahasiswa yang tak mau dibatasi ini sudah menentukan nasib perutnya sendiri,
warung burjo 24 jam selalu membuka pintu lebar-lebar dengan senyum manis selalu
menghiasi bibir A’a’ maupun Teteh yang selalu siaga berdiri dibalik meja
panjang berhiaskan tempe goreng, bakwan goreng, molen goreng, dan tentu saja
bungkusan rokok yang selalu siap dibeli eceran.
“A’
minta nastel satu sama es teh ya…”
“Sama
rokok Dj*r*m nya dua…”
Hayoo
siapa yang sering gituuu??
*Secara
universal seporsi nastel (nasi telur) dibandrol dengan harga kisaran $ 0.8, harga ini sangat jarang terkoyak
inflasi meskipun wall street menutup pasar dalam kondisi lesu.
Tukang
fotokopi
Tukang foto kopi carta-de-michael.blogspot.com |
Bagi
agan yang sedang menempuh tugas akhir pastilah akrab dengan proses jurnalistik
yang satu ini. Mesing fotokopi menjadi barang yang berstatus “wanted alive”.
Mas-mas atau bapak-bapak operatornya selalu mendapatkan order kelewat batas.
Tak jarang beliau ini memperkosa mesin Xerox dan Canon nya demi kita para mahasiswa..
HIDUP MAHASISWA..!!! ....(nyanyi lagu Darah Juang)...
Tahukah
agan sekalian, beliau-beliau ini tidak mengharapkan imbalan banyak. Untuk tiap
lembaran berharga meskipun berisi data penelitian yang diambil dalam kurun
waktu 2 musim hujan, tak lebih dari Rp 2000 perak diminta. Proses penjilidan
skripsi, thesis, dan berbagai macam tugas akhir pun bervariasi kursnya,
tergantung harga dollar.. yakalik bung..
Teman
kos ….
Teman
kos via ulilahsan.wordpress.com
|
Nah
pada nomor ini saya buka kesempatan agan sekalian tuk ikut berbagi pengalaman
ihwal bantuan yang telah diterima dari teman kos, apapun bantuanya selama itu
dirasa sangat berguna maka ceritakanlah gan…
Meskipun
dalam bentuk hutang yang tiap bulan terus bertambah.. hehe












Tidak ada komentar:
Posting Komentar